
Zikir bibir beralun memecah kesunyian malam
MemanggilMu, membuka hijab hatiku denganMu
Kerna hati ini teramat rindu…
Teramat rindu padaMu
Dahiku menyentuh bumi dalam sujudku
Serendah-rendahnya ku hamparkan diri ini
Terasa aku tenang dalam dakapan cintaMu
Tanpa disedari, butir-butir airmata mengalir sendiri membasahi pipi
Mengenangkan aku yang pernah mengkhianati cintaMu
Hasutan syaitan dan godaan nafsu menjauhkan ku denganMu
Kealpaanku padaMu merenggangkan ikatan hatiku denganMu
Keingkaranku padaMu memisahkan ku denganMu
Ampuni aku, Ya Allah
Ampuni aku, Kekasihku
Ampuniku…
Namun, dikala saat itu…
Terasa Engkau datang dekat padaku
Hadir menyambut kepulanganku padaMu
Hadir menyambut kekesalan hambaMu
Terasa Engkau mengusap butir-butir airmataku
Menghilangkan resah kesedihanku
Terasa Engkau menyambut tubuhku yang rebah
Menghilangkan lelah kelemahanku
Sungguh, kasih sayangMu mengatasi kemurkaanMu
Hatiku merintih…
Jangan tinggalkan aku, Ya Allah
Jangan tinggalkan aku, Ya Allah
Aku tidak sanggup ditinggalkanMu
Tidak sanggup walau sekejap cuma
Aku sanggup kehilangan semua cinta
Namun tidak cintaMu, Ya Rabbul Izzati
Aku sanggup dibenci semua umat manusia
Namun aku tidak boleh menerima kebencianMu padaku, Ya Rahman
Demi Yang Satu…
Menadah tangan memohon sepenuh hati padaMu
Mengemis cintaMu yang suci lagi agung
Sungguh, aku hambaMu yang hina menggunung dosa
Namun ku minta Ya Rabb,
Jangan tinggalkan aku
Jangan pernah tinggalkan aku
Cukup bagiku, Engkau Ya Allah
Janganlah pernah tinggalkan aku
Aku tidak mahu meninggalkanMu lagi, Ya Allah
Aku tidak mahu berjauhan denganMu lagi, Ya Rahim
Sungguh, aku tidak boleh hidup tanpaMu
Sungguh, aku bukanlah sesiapa tanpaMu
Engkau satu cinta, yang selamanya ku cari
Hidup dan matiku, hanya untukMu
Jangan tinggalkan aku, Ya Allah
Jangan tinggalkan aku, Kekasih abadiku.